Keyboard
Dvorak
Dvorak
adalah sebuah tata letak papan ketik yang yang dipatenkan tahun 1936 oleh Agust
Dvorak (seorang professor dan psikolog pendidikan di Universitas of Washington
di Seattle) dan William Dealey. Keyboard Dvorak diciptakan berdasarkan prinsip
kerja biomekanis dan efisiensi. Susunan letak tombol huruf dengan jenis QWERTY
dibuat sedemikian rupa sehingga 56 % ketukan ada pada tangan kanan dan
jari-jari yang lebih banyak bekerja adalah jari telunjuk, jari tengah, dan jari
manis. Susunan tombol huruf berdasarkan frekuensi penggunaannya. Huruf-huruf
yang ada pada baris tengah lebih sering diketuk kira-kira sampai 70 % dan
perpindahan antar baris hanya sekitar 10 %,huruf-huruf yang umum, biasanya
berada dibawah jari-jari yang dominan dan Mampu meningkatkan kecepatan
pengetikan 10 – 15 % serta mengurangi kelelahan tangan. Meskipun gagal menggantikan tata
letak QWERTY,
Dvorak didukung oleh semua sistem operasi besar (Microsoft Windows, Mac OS X,
Linux,
dan BSD)
dengan menyertakan akses bagi pengguna tata letak papan ketik ini di samping
tata letak QWERTY.
Keyboard
Dvorak
Keyboard QWERTY
Sesuai dengan namanya
QWERTY yang merupakan deretan huruf pada barisan paling atas pada keyboard.
Keyboard ini diproduksi oleh Perusahaan Remington pada tahun 1873 dan rancangan
keyboard ini pertama kali digunakan pada mesin ketik di USA tahun 1874.
Dinamakan demikian krena tombol-tombol huruf Q, W, E, R, T, dan Y berada secara
berurutan
Keyboard QWERTY merupakan pengembangan dari mesin
ketik. Susunan tombol dipilih untuk mengurangi loncatan penekanan tombol yang
tidak sengaja pada mesin ketik manual. Misal huruf ‘s’, ‘t’, dan ‘h’ diletakkan
berjauhan meskipun sering digunakan bersama dalam kalimat bahasa Inggris. Sampai
saat ini, keyboard jenis Qwerty tetap digunakan.
Keyboard
QWERTY
Perbedaan keyboard Qwerty dengan keyboard Dvorak . Penggunaan.keyboard Qwerty
(untuk orang yang biasa bekerja dengan tangan kanan) mengakibatkan tangan kanan
menjadi lebih cepat lelah karena beban kerja tangan kanan dan tangan kiri
berbeda. Tangan kiri hanya berfungsi 57% dan tangan kanan berfungsi 43% dari
waktu yang disediakan walaupun sudah menggunakan pengetikan sistem 10 jari.
Tombol-tombol yang ada pada baris tengah yang paling mudah dicapai oleh jari
tangan kanan maupun kiri ternyata hanya ditekan 30% dari waktu pengetikan,
sehingga jari-jari lebih sering melompat ke baris atas maupun ke baris bawah
yang menimbulkan beban tersendiri pada pergelangan tangan. Selain itu,
perintah-perintah tambahan pada keyboard sebagian besar terletak pada bagian
kanan keyboard yang berarti akan menambah beban kerja pada tangan kanan.
Sedangkan keyboard model Dvorak efisiensi mengetiknya
lebih bagus daripada keyboard jenis Qwerty. Pada keyboard Dvorak, tangan kanan
berfungsi 56% dan tangan kiri berfungsi 43% yang berarti hampir seimbang.
Jari-jari yang lebih banyak bekerja adalah jari telunjuk, jari tengah dan jari
manis. Huruf-huruf yang ada pada baris tengah atau kedua lebih sering diketuk
kira-kira sampai 70% (karena pada baris tengah terdapat banyak huruf utama yang
banyak digunakan dalam pengetikan seperti A, E, O, I, H, S, dan N) sehingga
perpindahan antar baris hanya sekitar 10% jadi kelelahan pada jari banyak
berkurang. Walaupun keyboard model Dvorak lebih baik daripada keyboard jenis
Qwerty, tetapi keyboard yang lebih banyak digunakan adalah keyboard model
Qwerty karena pemasarannya sudah lebih dulu.
yuhuu, bermanfaat min
BalasHapusSolder uap